Jurnalis Siswa

Kreatif Otakku Adalah Kebersihan Lingkungan Sekolahku

Sekolah Berbudaya Lingkungan, Itulah Yang Kini Ingin Diwujudkan Oleh Smp Negeri 5 Lahat, Mulai Awal Tahun 2010 Lalu. Dengan Bermodalkan Lingkungan Yang Luas, Dengan Sarana Dan Prasarana Yang Memadai. Dan Dengan Dorongan Para Warganya Yang Mau Menyumbangkan Tenaga Serta Pikirannya Untuk Kepentingan Lingkungan Sekolah. “ Saya Tidak Ragu-Ragu Untuk Langsung Terjun Ke Lapangan, Karena Menurut Saya Tidak Hanya Cukup Dengan Himbauan Dan Ajakan Untuk Menjadikan Smp Negeri 5 Lahat Menjadi Sekolah Berbudaya Lingkungan. “, Tutur Bapak Siwin, S.Pd, Kepala Smp Negeri 5 Lahat, Saat Mengikuti  Pelaksanaan Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan Sekolah, Sabtu (5/2) Lalu.

Setelah Mengadakan Kerja Bakti, Kini Sekolah Telah Menjadi Bersih. Namun, Akan Dibawa Ke Manakah Sampah-Sampah Hasil Kerja Bakti Tersebut ? Jawaban Yang Sudah Sangat Sering Kita Dengar Adalah Ke Tempat Sampah. Kemudian Dibawa Lagi Oleh Tukang Sampah Ke Tpa. Lalu Apa Yang Akan Terjadi Di Tpa Jika Sampah-Sampah Itu Terus Diproduksi ?

Hal Itulah Yang Kini Jadi Masalah Besar, Yang Perlu Di Pertimbangkan Akibatnya. Karena Jika Semakin Banyak Sampah Menumpuk, Semakin Besar Pula Peluang Alam Dan Seisinya Akan Terancam. “ Jika Hanya Membersihkan Sampah Di Sekolah, Kemudian Membuangnya Ke Tpa. Itu Menandakan Belum Akan Terciptanya Lingkungan Yang Bersih. Perlu Kita Ketahui, Terlalu Sering Memproduksi Sampah, Akan Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Makhluk Hidup. Untuk Itu, Perlu Diadakannya Kegiatan Dalam Rangka Mengurangi Produksi Sampah Yang Berlebih, Seperti Mendaur Ulang Sampah Tersebut. “, Ujar Bapak Salmin, S.Pd.I, Selaku Guru Mata Pelajaran Agama Islam, Senin (7/2).

Dari Permasalahan Itulah, Para Siswa-Siswi Smp Negeri 5 Lahat Dilatih Melakukan Gerakan-Gerakan Positif Untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih Yang Sebagaimana Mestinya. “ Kami Melarang Siswa Untuk Membeli Atau Membawa Makanan Yang Berbungkus Plastik Yang Bisa Secara Langsung Di Buang. “, Ujar Bapak Salmin Memberikan Sedikit Pengarahan Tentang Peraturan Di Sekolah.

Ya, Mulai Dari Tahun 2010 Para Siswa Smp Negeri 5 Lahat, Dilarang Membawa Dan Membeli Makanan Yang Berbungkus Plastik. Sehingga, Kini Para Penjual Di Kantin Sekolah Menggunakan Piring Maupun Gelas Untuk Menyiapkan Makanan Dan Minuman Bagi Para Siswa. Sedangkan Siswa Yang Membawa Makanan Ringan Dari Luar Sekolah Maupun Dari Rumah Harus Menyediakan Wadah Makanan Sendiri. “ Repot, Karena Harus Membawa Makanan Dengan Wadah Yang Besar Dan Berat. ”, Ujar Muhammad Helzan, Salah Satu Siswa Smp Negeri 5 Lahat, Kelas Ix.

Namun Itu Tidak Cukup. Melihat Banyaknya Sampah Plastik Yang Telah Diproduksi Masyarakat Indonesia, Dan Mengingat Paparan Bapak Salmin Di Atas, Bahwa Kita Pun Perlu Melakukan Daur Ulang Dalam Rangka Mengurangi Produksi Sampah Berlebih. Seorang Dosen Institut Teknologi Bandung (Itb), I Made Arcana, Mengatakan, “ Diperkirakan Setiap Orang Dari Penduduk Dunia Menggunakan Kurang Lebih 170 Plastik Setiap Tahunnya. Asumsinya, Setiap Orang Menggunakan Minimal Satu Kantong  Plastik Per Hari. ”

Untuk itu, di buatlah kegiatan pemanfaatan botol plastik minuman bekas sebagai tirai jendela, yang kini populer di kelas-kelas. Dengan berbagai merek, ukuran, bentuk dan warna yang berbeda. “ Gerakan yang sangat baik, selain membantu mengurangi sampah berlebih, ini akan menambah daya kreativitas siswa. ”, ucap Bpak Salmin,S.Pd, selaku Wakil Kesiswaan. Siswa pun tampak semangat berpartisipasi membuat tirai tersebut, inilah satu ungkapan siswi kelas IX, “ Menyenangkan, kami bisa bersama-sama membantu mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. ”

 

Jika lingkungan sekolah telah bersih dan nyaman. Begitu pun dengan lingkungan luar, dengan sudah terkendalinya produksi sampah yang berlebih. Maka semua akan merasakan manfaatnya yaitu, kehidupan yang sehat. Lalu bagaimana dengan keasriannya, keasrian lingkungan sekolah dan lingkungan luar?

 

“ Dari segi keasrian, SMP Negeri 5 Lahat masih belum mempunyai nilai yang sangat baik. Mengingat ruangan yang banyak dan lapangan yang luas, mengakibatkan jumlah tanah kosong pun berkurang. Sehingga perlu alternatif penanaman tanaman yang efektif. ”, tutur Kepala SMP Negeri 5 Lahat.

Keadaan bumi yang semakin panas, dibutuhkan penyejuk yang cukup banyak. Kabupaten Lahat, kini semakin panas. Tidak perlu membahas faktor penyebabnya, yang di perlukan adalah bagaimana mengatasi dan memperbaikinya.

 

Untuk mengendalikan cuaca yang semakin panas, SMP Negeri 5 Lahat mempunyai jurus jitu, yaitu penanaman bunga-bunga dalam pot. Setiap siswa, diwajibkan menanam bunga dalam pot, baik di rumah maupun di sekolah. Selain untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri, kegiatan ini pun berdampak pada keindahan sekolah. “ Cara ini cukup efektif. Namun perlu diingat, jika kita yang menumbuhkan maka kita pula yang harus merawatnya. ”, ujar Ibu Ismawati Rasal, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Biologi.

“ Namun, hal yang paling penting dan dasar adalah menumbuhkan jiwa peduli lingkungan pada diri kita masing-masing. ”, itulah pendapat singkat dari Yuga Dwi Saputra, selaku Ketua OSIS SMP Negeri 5 Lahat.

 

“ Jika lingkungan bersih, hidup pun akan sehat. Jangan segan untuk mencoba hal-hal yang positif, demi lingkungan sekitar kita. Jika kami bisa, Indonesia pun pasti bisa! “, seru Deden Afrizal, siswa SMP Negeri 5 Lahat.

 

Karya..

Nama : Anggita

Kelas  : IX.1

Kontak Kami

0731321936
smpn5lahat@gmail.com
Jln. RE Martadinata Bandar Agung Lahat Kode Pos 31414
Guru dan TU

Pengunjung

free counters

whatsapp
whatsapp